Langsung ke konten utama

Pengembangan Media Pembelajaran


Pengembangan Media Pembelajaran
     Pengembangan media pembelajaran adalah suatu usaha penyusunan programmedia pembelajaran yang lebih tertuju pada perencanaan media. Media yang akan ditampilkan atau digunakan dalam proses belajar mengajar terlebih dahulu direncanakan dan dirancang sesuai dengan kebutuhan lapangan atau siswanya. Disamping itu diesuaikan dengan materi agama itu sendiri apakah sesuai dan cocok dengan norma-norma yang berlaku dalam agama itu sendiri.
     Media pembelajaran juga dapat dikatakan sebagai bahan, alat atau media, maupun metode atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsungsecara efektif dan efesien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dicita-citakan. Ada beberapa media yang biasanya digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu :
1. Media grafis
     Media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan, di mana pesan dituangkan melalui lambang atau simbol komunikasi visual, secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan.
     Media grafis mempunyai jenis yang bermacam-macam yaitu media bagan (Chart), grafik, diagram, poster, karikatur (kartun), dan  foto.
2. Media visual dua dimensi
     Media visual dua dimensi merupakan media yang bersifat elektronik yang diproyeksikan dan terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.ada beberapa jenis media visual dua dimensi diantaranya:
a. Overhead Proyektor (OHP)
     Overhead proyektor merupakan jenis perangkat keras yang sederhana, terdiri atas sebuah kotak yang bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan transparansi yang luas untuk meletakkan transparansi yang memuat materi pengajaran. Overhead proyektor digunakan untuk memproyeksi transparansi ke arah layar yang jaraknya relatif pendek, dengan hasil gambar atau tulisan yang cukup besar. 
     Overhead proyektor memiliki kelebihan yaitu praktis, memberikan kemungkinan tatap muka dan pemberi pesan dapat mengamati respons dari penerima pesan, tidak memerlukan penggelapan ruang, memiliki variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan. 
b. Slide
      Slide merupakan media yang diproyeksikan, dapat dilihat dengan mudah oleh siswa dikelas . slide adalah sebuah gambar transparan yang diproyeksikan oleh cahaya melalui proyektor. Menurut Andre Rinanto slide mempunyai keistimewaan yaitu: mampu menarik perhatian anak-anak, meletakkan dasar-dasar yang konkirt untuk berfkir, memberikan pengalaman-pengalaman yang nyata kepada anak didik dan meletakkan dasar-dasar yangpenting untuk perkembangan belajar anak.
c. Filmstrip 
      Oemar Hamalik mengemukakan bahwa film strip mengandung nilai-nilai sebagai berikut: menimbulkan dan mempertinggi minat murid, setiap sistem dalam kelas melihat gambar yang sama dan dalam waktu yang sama, meragsang diskusi kelas, dan dapat digunakan untuk semua bidang pengajaran dan juga untuk demua tingkat usia.
3. Media audio
     Media audio berkaitan dengan indera pendengar, dimana pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang auditif, baik verbal (kedalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal. Ada beberapa jenis media audio ini diantaranya:
a. Radio 
     Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat dijadikan sebagai media pendidikan dan pengajaran yang cukup efektif. Beberapa keuntunngan radio sebagai media pengajaran adalah:merangsang partisipasi aktif pendengar, membantu memusatkan perhatian anak didik pada kata-kata yang digunakan, dapat merekamsiaran-siaran yang penting untuk kemudian didengar kembali dan mendorong kreativitas anak didik.
     Kelemahan radio sebagai media pembelajaran adalah sifat komunikasi radio hanya satu arah dan program radio telah disentralisir sehingga guru kurang dapat mempersiapkan diri bersama nak didik.
b. Alat perekam pita magnetik
     Kaset tape recorder adalah alat perekam yang menggunakan pita dalam kaset. Keuntungan kaset (tape recorder) sebagai media pengajaran adalah guru dapat mempersiapkan terlebih dahulu dengan baik,dapat memutar kembali proogram yang telah disampaikan, dapat menyajikan pelajaran diluar kelas dan kaset yang tidak dipergunakan lagi dapat dihapus dan diisi dengan program lain. Selai keuntungan kaset juga mempunyai kekurangan-kekurangan yaitu: daya jangkauannya yerbatas dan biaya pengadaannya bila untuk sasaran yang banyakjauh lebih mahal.
c. Laboratorium bahasa
     Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa untuk mendengar dan berbicara dalam bahasa sing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri pada bilik akuistik dan kotak suara. Siswa atau mahasiswa mendengarkan suara guru atau suara radio cassete  melalui headphone.
4. Media audio visual gerak
     Media visual gerak merupakan media perantara atau penggunaan meteri dan penyerapannya melalui pandangan dan pendengarannya sehingga membangun kondisi yang mampu membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media audio visual gerak ada beberapa jenis diantaranya:
a. Film bersuara
     Film yang dimaksud disini adalah alat audio visual untuk pelajaran, penerangan atau penyuluhan banyak hal-hal yang dapat dijelaskan melalui film antara lain tentang: kejadian-kejadian dalam alam, tatacara kehidupan dinegaraasing, mengajarkan keterampilan dan lain-lain. Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh dalam film sebagai media untuk menyampaikan pelajaran terhadap anak didik diantaranya: film dapatmenggambarkan suatu proses, misalnya proses pembuatan suatu keterampilan tangan, Dapat menimbulkan kesan ruang dan waktu, Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk ekspresimurni, Dapat menyampaikan suara seorang ahli sekaligus melihat penampilannya.
b. Televisi 
      Karena terlalu susah untuk menggunakan media film bersuara, maka melalui perkembanga zaman terciptalah televisi. Sebenarnya televisi sama dengan film yakni dapat didengardan dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup danjuga sebagai radioyang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan. Televisi juga dapat memberikan kejadian-kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan disertai komentar penyiarnya. Televisi sebagai media pengajaran mengandung keuntungan antara lain: Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya, Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah dan negara.
Tahapan Pengembangan Media Pembelajaran
     Tahap pengembangan adalah langkah-langkah prosedural yang harus ditempuh oleh pengembang agar sampai keproduk yang dispesifikasi. Ada beberapa tahap pengembangan media, yaitu tahapan perencanaan, perumusan tujuan, Pengembangan materi dan pengembangan alat ukur. Setiap tahapan akan diterangkan sebagai berikut:
1. Tahap perencanaan
     Ely (1979) mengatakan bahwa perencanaan itu pada dasarnya adalah suatu proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan. Suatu perencanaan diawali dengan adanya target atau Ely mengistilahkan dengan kata “hasil” yang harus dicapai, selanjutnya berdasarkan penelitian target tersebut dipikirkan bagaimana cara mencapainya. Sejalan dengan pendapat di atas Kaufman (1972) memandang bahwa perencanaan itu adalah sebagai suatu proses untuk menetapkan “kemana harus pergi” dan bagaimana untuk sampai ke “tempat” itu dengan efektif dan efisien. Menetapkan “ke mana harus pergi” mengandung pengertian sama dengan merumuskan tujuan dan sasaran yang akan dituju. Adapun merumuskan “bagaimana agar sampai ke tempat itu” berarti menyusun langkah-langkah yang dianggap efektif dalkam rangka mencapai tujuan.
      Dari penjelasan di atas, perencanaan pada dasarnya adalah penetapan tujuan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.  
2. Perumusan tujuan
      Perumusan tujuan pembelajaran merupakan arah yang harus dicapai oleh siswa. Dengan kata lain tujuan pembelajaran berhubungan dengan perubahan perilaku yang harus dimilki setelah siswa memanfaatkan media pembelajaran yang kita kembangkan.dengan tujuan pembelajaran, baik guru maupun siswa diharapkan memiliki kesenjangan apa yang harus dicapai. Perumusan tujuan memiliki ketentuan sebagai berikut;
Berorientasi pada siswa (leaner oriented) yaitu rumusan tujuan pembelajaran harus berpatokan pada perilaku siswa, dan bukan perilaku guru.
Operation yaitu tujuan harus dirumuskan secaara spesifik dan operasinal sehingga mudah untuk mengukur tingkat keberhasilan.
     Tujuan pengembangan media adalah menjabarkan tujuan yang masih bersifat umum yang dapat kita ambil dari kompetisi dasar (standar isi kurikulum) ke dalam tujuan pembelajaran khusus yang objektif dan operasional. Misalnya siswa dapat menjelaskan pengertian shalat, rukun-rukun shalat, dan tata cara shalat. 
3. Pengembangan materi
      Tujuan dan bahan materi pembelajaran merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Dalam pengembangan materi pembelajaran penerapan materi atau bahan ajar merupakan hal yang penting, sebab materi pembelaajaraan merupakan inti atau muatan dalam media itu sendiri. Materi pembelajaran dapat dibedakan menjadi: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude).
      Pengetahuan (knowledge) adalah informasi yang disimpan dalam pikiran siswa,  pengetahuan berhubungan dengan berbagai informasi yang dikuasai siswa, keterampilan (skill) adalah tindakan-tindakan yang diperlukan seseorang dengan cara yang kompeten untuk mencapai tuuan tertentu. Sikap (attitude) adalah kecenderungan seseorang untuk bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang diyakini kebenarannya oleh siswa. Merril (1977) membedakan isi atau materi pelajaran menjadi empat, yaitu: fakta, konsep, prosedur, dan prinsip.
4. Pengembangan alat ukur
     Ada dua alasan penting perlunya merumuskan alat ukur pertama, untuk menentukan benar atau tidaknya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Kedua, untuk menetapkan kriteria keberhasilan siswa mencapai tujuan atas menguasai materi pelajaran. Sehubung dengan fungsi yang pertama dapat kita contohkan yaitu:
Rumusan Tujuan
Alat Ukur

Setelah selesai penayangan media pembelajaran tentang tata cara shalat diharap siswa dapat menjelaskan tata cara shalat.
1, coba anda jelaskan tata cara shalat

Selesai penayangan media, diharapkan siswa mendemonstrasikan sikap yang baik terhadap oramg tua sebelum keluar rumah.
2. coba peragakan bagaimana sebaiknya kita bersikap pada orang tua manakala kita akan keluar rumah.

Setelah penayangan media diharapkan siswa dapat menyebutkan cara merawat jenazah.
3. sebutkan cara merawat jenazah

Langkah-langkah yang Perlu Diambil dalam Mengembangkan Media Pembelajaran
     Sehubungan dengan pengembangan media penganjaran ini, Arif S. Sadiman, dkk. Mengemukakan urutan langkah-langkah yang perlu diambil dalam mengembangkan program media, sebagai berikut:
Analisis kebutuhan dan karakteristik siswa
     Yang dimaksud dengan kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah kesenjangan antara apa yang dimiliki siswadengan apa yang diharapkan. Sebagai contoh: bila kita mengharapkan siswa dapat melakukan shalat wajib dengan baik dan ssempurna di mana mereka dapat melakukan gerakan-gerakan dengan benar, sedangkan mereka diketahui melalui proses sebelum pelajaran diberikan, hanya baru dapat melakukan gerakan tabir dan membaca bacaan shalat masih banyak kesalahan. Untuk itu ruku’, i’tidal, sujud, duduk tahyat, dan sebagainya serta mampu membaca bacaan-bacaan dalam shalat dengan baik dan benar.
Merumuskan tujuan instruksional secara operasional dan jelas
     Perumusan tujuan merupakan hal pokok yang harus dilakukan sebelum merancang suatu program media. Sebab dengan penetapan tujuan tersebut dapat diketahui arah suatu program pengajaran. Untuk merumuskan tujuan pengajaran secara baik, maka tujuan tersebut harus:
Berorientasi pada kepentingan siswa, bukan pada guru. Titik tolaknya adalah perubahan tingkah laku apakah yang diharapkan setelah mereka selesai belajar.
Dinyatakan dengan kata kerja yang operasional, artinya menunjuk pada hasil perbuatan yang dapat diamati atau hasilnya dapat diukur dengan alat ukur tertentu.
Merumuskan butir-butir materi secara terperinci
     Dalam pengembangan materi,tindakan yang dilakukan selanjutnya mengenalisis tujuan-tujuan yang telah ditetapkan menjadisub-sub keterampilan yang disusun secra baik, sehingga diperoleh bahanpengajaran yang terperinci yang dapat mendukung tujuan tersebut. Daftar kemempuan itulah yang menjadi bahan pengajaran yang disajikan kepada siswa. Dengan cara tersebut dapat diperoleh bahan pembelajaran yang lengkap dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 
Mengembangkan alat ukur keberhasilan
      Untuk dapat mengetahui berhasil tidaknya suatu pekerjaan atau suatu pengajaran yang dilakukan, dengan kata lain apakah siswa telah berhasil dalam belajar atau belum, diperlukan alat ukur yang sesuai untuk kegunaan tersenut. Alat ukur tersebut dibuat secara teliti dan direncanakan sebelum kegiatan belajar dilakukan. Alat ukur hasil belajar tersebut dapat berupa tes, penugasan, atau daftar cek prilaku, dan sebagainya. Sebagai pedoman dalam pembuatan alat ukur yang baik, sebaiknya setiap kemampuan dan keterampilan yang mendukung tercapainya tujuan instruksional khusus yang dijadikan bahan tes, atau daftar cek perilaku.  
Menulis naskah media
     Penyajian materi pengajaran melalui media rancangan merupakan penjabaran pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik sebagaimana diuraikan diatas. Ada beberapa macam bentuk naskah program media pada prinsipnya mempunyai maksud yang sama, yakni sebagai penuntun dalam usaha memproduksi media pembelajaran. Naskah program media terdiridari urutan gambar, caption, atau grafis yang perlu diambil dengan alat kamera dan suara atau bunyi diambil dengan 
4. Mengadakan tes dan revisi
     Tes adalah kegiatan untuk mengujiatau mengetahui tingkat efektifitas dan kesesuaian media pembelajaran yang dirancang dengan tujuan yang akan diharapkan. Program media yang dibuat belum tentu menarik dandapat dipahamiolrh siswa. Hal ini hanya menghasilkan media pembelajaran yang tidak merangsang proses belajar bagi siswa yang menggunakan. Tes atau uji coba dapat dilakukan baik melalui perorangan atau kelompok ataujuga melalui tes lapangan, yaitu dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya dengan menggunakan media yang dikembangkan. Sedangkan revisi adalah kegiatan untuk memperbaiki hal-hal yng dianggap perlu mendapatkan perbaikan atas hasil tes.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh Sarana dan Prasarana Pembelajaran Terhadap Pendidikan Islam

Pengaruh Sarana dan Prasarana Pembelajaran Terhadap Pendidikan Islam Guru merupakan faktor yang menunjang berhasilnya proses belajar, selain itu faktor faktor yang lain yaitu sarana dan prasarana yang ada disekolah yang dapat memudahkan para peserta didik untuk lebih baik lagi dalam belajar. Dalam sebuah sekolah pasti memerlukan sarana dan prasarana untuk melangsungkan proses belajar mengajar.  Hal ini merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena mempengaruhi kelangsungan proses belajar mengajar Dalam suatu proses belajar mengajar, sarana dan prasarana belajar merupakan salah satu penunjang suatu proses belajar mengajar. Seorang siswa dalam melakukan aktivitas belajar memerlukan adanya dorongan tertentu agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan prestasi belajar yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan.         Untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang maksimal, tentunya perlu diperhatikan berbagai faktor yang membangkit...

Pelapisan sosial

Pelapisan sosial 1. Pengertian       Pelapisan sosial bisa disebut juga dengan stratifikasi sosial. Istilah stratifikasi (stratification) berasal dari kata strat atau stratum yang berarti lapisan. Oleh karena itu, social stratification sering diterjemahkan dengan pelapisan masyarakat.          Pitirim A. Sorokin memberikan definisi pelapisan masyarakat sebagai berikut "pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarkis)". Menurut Theodorson dalam  Dictionary of Sociology menjelaskan pelapisan masyarakat berarti jejaring status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai masyarakat) di dalam hal perbedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan. Masyarakat yang berststifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida. Lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit keatas.         Ma...